Cerita-cerita
Comment 1

Lebaran 2014

Opor Lebaran

Setiap Lebaran di dalam Kraton ditandai dengan sungkeman atau ngabekten selama 2 hari. Hitungan hari pertama selalu jatuh pada tanggal 1 Syawal dalam tanggalan Jawa dan bukan tergantung jatuhnya Lebaran. Jadi kalau selama ini dibilang “Jatuhnya Lebaran di Kraton berbeda dengan pemerintah”, itu karena memang 2 hal yang berbeda. Yang satu Lebaran dimana kita ikut sholat Ied sesuai tanggal pemerintah, yang satu lagi sungkeman internal Kraton.

Hari pertama adalah sungkeman untuk para pria, dari adik-adik Bapak sampai abdi dalem pria. Ibu, Mbak Condrokirono dan saya kebagian shift pagi untuk menemani Ngarso Dalem di bangsal. Kenapa pake shift-shift an? Karena sungkeman nya dari pagi sampe malem, ampun kalau harus bersanggul dan berkorset dari pagi sampai malem.

Ngarso Dalem menuju ke Gedhong Jene

Ngarso Dalem menuju ke Gedhong Jene

Gedong Jene adalah tempat tinggal sekaligus kantor Hamengku Buwono IX terdahulu. Sekarang gedung itu hanya dipakai untuk menerima tamu-tamu kenegaraan.

Sesampainya di Gedong Jene, Ngarso Dalem menyuruh keparak atau para abdi dalem wanita untuk menanyakan kesiapan para peserta ngabekten. Sementara keparak pergi menanyakan, aku sempetin deh foto-foto

Setelah gelombang pertama selesai, kita kembali ke Kraton Kilen, yaitu kediaman Ngarso Dalem. Di kesempatan ini Gusti Yudha dan Gusti Condro, kedua Romo datang untuk ngabekten. Mereka biasanya bertugas mengawal gerebeg yang keluar berbarengan dengan mulainya ngabekten di bangsal, jadi mereka menyusul. Disini aku dan mbak yang lain juga bersalaman ke para Romo, sambil overdosis opor hehehe

opor lebaran

Opor Lebaran

 

Tidak lupa pada ber-narsis ria

 

Stock foto hari pertama stop sampai disini ya, soalnya fotografer yang ini udah terus ganti kostum dan tidur kecapekan


Hari kedua adalah sungkeman para putri. Karena pada hari ini semua mbak-mbak pulang ke Kraton Kilen, jadi kita harus bangun pagi-pagi untuk rebutan kamar mandi dan antre giliran dandan.

Prosesi dimulai dengan ngabekten kepada Ngarso Dalem. Dimulai dari GKR Hemas, Mbak Pembayun lanjut ke Jeng Bendara. Diteruskan oleh kakak-adik dan para ipar wanita Ngarso Dalem, lanjut ke wayah HB X, wayah HB IX dan seterusnya. Setelah semua ngabekten ke Ngarso Dalem, dilanjutkan ngabekten kepada GKR Hemas. Yang ini khusus para putri saja

IMG_3147

GKR Hemas bersiap utk ngabekten

Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, para Putro Dalem yaitu Mbak Pembayun sampai Jeng Bendoro selalu paling ribut kalau sungkeman. Selalu difoto, dan kadang pake gigit dengkul segala bagi yang ga rela hahaha

IMG_3154

GKR Pembayun disungkemi GKR Condrokirono

IMG_3163

Giliran saya sungkem ke Mbak Pembayun

Setelah bersalam2an kepada para Tante dan sepupu, kita pun kembali ke Kraton Kilen untuk lanjut sungkeman gelombang berikutnya. Tapi karena banyak sekali yang sungkeman, enggak sempet foto-foto lagi.

IMG_3169

Penjahat2 yang motret aku sungkem :p

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s