Gunungan Wadon TIDAK Jatuh

Setiap 1 Syawal, Karaton Ngayogyakarta mengadakan Hajad Dalem Ageng. Upacara Ngabekten dimana para Sentono Dalem dan Abdi Dalem memohon maaf dan caos bekti kepada Sultan yang bertahta, dan juga upacara Garebeg dimana beberapa gunungan sebagai wujud syukur Sultan dibagikan ke masyarakat

Tanggal 7 Juli 2016, yang merupakan hari pertama maaf-maafan di Kraton dan hari kedua maaf-maafan menurut pemerintah, masyarakat diramaikan dengan berita bombastis “Gunungan Wadon Jatuh!” dari surat kabar Jogja yang besar-besar lengkap dengan narasumber.

IMG_0890

Saya kasih screenshot aja ya, karena saya nggak mau nambah traffic ke berita kurang akurat. Monggo di-googling sendiri kalau berminat.

Penasaran dengan hebohnya berita-berita ini, aku pun bertanya pada abdi dalem prajurit yang ikut mengawal gunungan, “Gunungane temumplak po?” dan dijawab dengan “Merosot ketika naik tangga, tapi bukan gunungan wadon”

Lalu ada 3 saksi kuping yang melapor “Gusti, kami dengar sendiri beberapa awak media ngomong ‘Harus jadi Berita ini. Harus aku tulis..’

Makin penasaran dong aku, kok bisa gitu? Dimulailah proses penyelidikanku (caile) menelusuri dimana perbedaan ini bisa terjadi. Soalnya isu ini berkembang di masyarakat luas, kasian kan kalau enggak jelas. Monggo ikuti proses penyelidikan saya dibawah ini

Mana sih yang katanya ‘temumplak’?

tumplak
Gunungan yang diributkan (dr KR)
  1. Gunungannya tidak ‘temumplak’ karena badannya masih utuh. Mustoko atau bagian atasnya terlepas, dan dipegang oleh abdi dalem disebelah konco abang
  2. Mustoko yang dipegang abdi dalem berwarna-warni
  3. Gunungannya tidak pakai jodang

 

Gunungan Wadon kaya apa ya?

Tahun lalu, Facebook Page Kraton Jogja sempat mengulas jenis-jenis gunungan. Bisa dilihat bahwa Gunungan Wadon, atau Gunungan Estri memakai jodang, mustokonya juga berwarna hitam

Berikut adalah screenshot dari video live streaming melalui Periscope di menit 2:32. Terlihat bahwa Gunungan Estri masuk masjid dengan utuh.

IMG_0495

Terus, yang diributin yang mana dong?

Karena Gunungan tersebut tak memakai jodang dan memiliki mustoko warna-warni, perkiraan jatuh pada Gunungan Darat. Bisa dilihat pada keterangan dibawah ini

Pada video live streaming yang sama, bisa dilihat di menit 4:03 bahwa Gunungan Darat sebagai Gunungan terakhir masuk Masjid tanpa mustokonya. Monggo bandingkan foto close-up Gunungan Darat, screenshot video, dan gambar dari media

IMG_0493

tumplak

Kesimpulannya apa?

Jadi bisa disimpulkan bahwa yang jatuh mustokonya adalah Gunungan Darat dan bukan Gunungan Estri/Wadon/Putri

Jadi untuk para wartawan yang sudah repot menulis: Rona Rizkhy Bunga Chasana & Azka Ramadhan dari Tribun, Danar Widiyanto dari KR, Pra/Dem dari Radar Jogja, Switzy Sabandar dari Liputan6…Silahkan follow account FB Page Kraton Jogja biar lain kali mengerti jenis-jenis gunungan sebelum menulis.

Tepas Tandha Yekti meliput upacara Garebeg melalui Periscope secara live sebagai upaya mendekatkan budaya kepada yang jauh atau kurang paham. Masuknya Gunungan bisa disaksikan di Periscope atau Twitter

Dead Sea, Jordan

Setelah capek main pasir dan bosen foto-foto suami narsis di padang pasir, kita pun melanjutkan perjalanan menjelajah Jordan.

Perjalanan darat Wadi Rum – Laut Mati

Dari Wadi Rum, rencananya kita jam 10 udah memulai perjalanan selama 4 jam ke Dead Sea. Itung-itung nyampe hotel jam 2 siang pas lunch time, bisa leha-leha sedikit sebelum maen air dan lumpur Laut Mati. Continue reading Dead Sea, Jordan

GKR Mangkubumi

Banyak request yang meminta keterangan soal Mbak mangku, dari foto sampe “Orangnya kaya apa sih?”

Jadi kali ini aku mau membahas pendapat seorang adik tentang Mbak Mangkubumi. Kalo urusan biografi, pendidikan dll kayaknya sudah banyak dimuat di tempat-tempat lain jadi yang pendek aja ya.

8_blog
GKR Mangkubumi – by Tepas Tandha Yekti

Continue reading GKR Mangkubumi

Wadi Rum, Jordan

Blog post ini adalah kelanjutan perjalanan setelah dari Petra yang lalu. Dari lembah sebelum naik ke Monastery, kita mampir sebentar di restoran untuk sedikit minum dan persiapan mental naik lagi ke arah pintu keluar Petra. Jalan kaki sampai ke area parkir mobil akhirnya makan waktu 2 jam 😝

Dari Petra, kita naik mobil lagi dengan sopir yang sama ke arah Wadi Rum kira-kira 2 jam. Tapi karena kita berangkat kesorean, nyampe sana nya udah gelap.

Wadi Rum sendiri adalah area padang gurun yang dilindungi pemerintah meski sebagian dibuka untuk turis. Mobil yang kita sewa cuma bisa sampe rest area yang beraspal, tapi setelah dari sana kita dijemput pake 4×4 pickup untuk ke area penginapan. Continue reading Wadi Rum, Jordan

Perubahan Pendidikan Putri Raja Seiring Jaman

Pada jaman Eyang Sinuwun ke delapan (HB VIII), putri Dalem masih belajar di dalem Kraton sini. Perubahan dimulai pada jaman Sultan ke-sembilan, dimana saudara-saudara perempuan saya lulusan universitas. Baru jaman kalian ini (kelima putri HB 10) yang lulusan luar negeri. Baru kalian juga yang merasakan hidup bersama ayah dan ibu dalam satu rumah. (HB 10, 2015)

Kurang lebih itulah yang diucapkan Ngarso Dalem pada saat makan siang berdua di ruang makan Kraton Kilen beberapa bulan lalu. Aku jadi flashback saat-saat nego alot dengan Bapak Ibu karena enggak mau disuruh sekolah ke luar negeri hahaha. Maklum, saat abege belom mikir terlalu jauh tentang masa depan, taunya cuma udah dalam comfort zone lagi asik sama temen di Jogja.

Naik kelas 2 SMA, Bapak dan Ibu maksa anaknya ini untuk pindah sekolah dari SMA 3 Padmanaba Jogja ke Singapura. Pertimbangan mereka adalah aku harus ambil S1 di luar negri. Sementara kalau lulus SMA dari Jogja akan harus melewati 1 tahun penyesuaian, sedangkan kalau lulus SMA internasional bisa langsung jadi aku enggak kehilangan waktu. Tapi ya namanya abegeh yaaaaah, nolak mentah-mentah karena taunya cuma maeeeeennnn (jadi malu kalo inget).

Continue reading Perubahan Pendidikan Putri Raja Seiring Jaman

Petra, Jordan

Kerjaan suami bikin dia sering dikirim ke negara lain untuk berbulan-bulan. Udah kebiasa long-distance sih jadi soal kangen bisa di-handle, tapi yang suka bikin bete itu enggak bisa ikutan jalan karena aku masih kuliah S2 😕

Akhir November 2015 lalu pas libur Thanksgiving di Amerika, pas si Mas bisa atur waktu kosong. Akhirnya memutuskan untuk mengunjungi suami di kota Amman, Jordan setelah sebulan nggak ketemu (pdhl sih aku-nya yang pengen jalan-jalan 😝)

Continue reading Petra, Jordan

6 Hal yang Perlu Dilakukan di 2016

Selama ini tiap tahun baru selalu bikin New Year’s resolution, tapi paling-paling minggu kedua Januari udah melempem. Biasanya karena niatannya terlalu bombastis, perlu mengganti gaya hidup drastis, jadi sekalinya males dikit langsung bubar semua hahaha

Tahun ini bakal lebih serius, dimulai dengan evaluasi apa yang berhasil dicapai tahun lalu, apa yang belum kesampean dan apakah ada target yang berubah dalam aspek pengembangan diri sendiri dan pengembangan karir.

Continue reading 6 Hal yang Perlu Dilakukan di 2016