Cerita-cerita, Mikir-mikir
Comments 4

Against the Odds – Dapet Jodoh

Ketika DailyPost prompt kali ini berbicara tentang against the odds, aku langsung keinget Mas Notonegoro. Nggak tau deh apa karena udah 1.5 bulan aku nggak ketemu, tapi seperti kata Ibu Mertua, banyak halangan yang kita berdua lalui untuk sampai jadi ke pelaminan.

Aku pertama kenal Mas Noto umur 17 sementara dia udah 27, yang kalo ketemunya lebih awal dikit mungkin berakhir dengan hubungan kakak adik saja. Jarak 10 tahun juga berefek banyak berantem karena kita berdua ada di tahap kehidupan yang berbeda pada saat itu.

Sejak awal jadian kita selalu LDR, entah beda kota atau beda negara. Mana dua-duanya sama-sama cuek, enggak masalah jarang telpon jarang kirim message, ketemu hanya beberapa bulan sekali. Walhasil putus sambung berkali-kali pun jadi terjadi.

Dan kita sama-sama berusaha move on dengan kehidupan masing-masing…

Tapi kalo kayak kata orang “Jodoh tak akan lari kemana” kali ya? Setelah sekitar 3 tahun putus kontak, tak sengaja kita ketemu lagi kayak cerita sinetron. Di teater bioskop yang sepi penonton, sepanjang film diputar aku bertanya-tanya “Ini yg ketawa di belakang kok persis kayak ketawanya si Mas yah?” Begitu lampu nyala langsung nengok belakang dan jreeeeng si Mas Noto duduk persis di belakangku.

Pertama ketemu lagi super kagok karena dah berapa lama enggak ketemu, dan udah berusaha move on. Meski lama-lama pertahanan rontok juga, sempet terpikir mending putus kontak lagi aja karena kita dah putus berkali-kali, broken heart berkali-kali, apa bedanya kalo kali ini nyambung lagi?

Bolak balik diejek sama keluarga dan temen “Teklek kecemplung kalen” ketika akhirnya kita sepakat nyambung lagi, tapi Mas cuma senyum dan bilang “Anggep aja kayak bekas luka perang, biar ada cerita ke anak cucu”

Setelah nyambung yang terakhir kalinya ini pun masalah belum berhenti. Bapak dan Ibu tau persis, kalo aku jadi sama Mas, pasti akan diboyong pindah ke luar negri  sementara aku punya tanggung jawab dalam Kraton. Aku juga tidak berniat sedikit pun meminta Mas untuk meninggalkan pekerjaannya di UN karena itu sudah menjadi cita-citanya sejak SMA. Jadi ijin dari Bapak Ibu waktu itu lumayan susah.

Enggak tahu apa akhirnya yang mengubah pikiran Bapak Ibu untuk merestui…

Mungkin gara-gara aku sendiri enggak terlalu ambil pusing ditekan sekitar untuk cepat nikah. Usia udah mepet 30, enggak dikasih ijin ama yang satu, bukannya cepet cari gantinya tapi malah sibuk cari beasiswa S2 ke luar negri. Mungkin daripada dilepas S2 malah makin enggak tau lagi nikahnya kapan, ya wis dikasihlah mumpung mau diiket sama yang ini hahahaha 😂

Setelah menikah pun LDR tak berhenti, Mas tetap pada karirnya di UN berpindah-pindah negara dan aku tetap pada tanggung jawabku di Kraton. Hanya ketemu beberapa minggu dan pisah lagi beberapa bulan.

But it’s okay, karena kita bisa sampai sini juga sudah against the odds

in response to Daily Post Photo Challenge - Against the Odds

4 Comments

  1. wah jadi begitu cerita sampe akhirnya ke pelaminan mbak Hayu. Iya bener jodoh gak akan ke mana ya…sejauh apapun kita terpisah, menjauh, lupa dll, tapi kalo sudah jodohnya ya pasti selalu ada cara yang diatur Allah SWT untuk akhirnya bertemu lagi. Keren euy pengalamannya, insipiratif terutama buat pembaca yang masih belum menikah 🙂

  2. Rudi Cahyo Nugroho Bin Joko Supeno says

    Nuwun sewu, saya temen kecil Mas Angger Bin Sigim Mahmud di YonKav Cijantung dulu. Maaf kalo saya baru tahu setelah sekian lama. Semoga senantia bahagia sampai kaken ninen…amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s