Cerita-cerita
Comments 2

Gunungan Wadon TIDAK Jatuh

IMG_0495

Setiap 1 Syawal, Karaton Ngayogyakarta mengadakan Hajad Dalem Ageng. Upacara Ngabekten dimana para Sentono Dalem dan Abdi Dalem memohon maaf dan caos bekti kepada Sultan yang bertahta, dan juga upacara Garebeg dimana beberapa gunungan sebagai wujud syukur Sultan dibagikan ke masyarakat

Tanggal 7 Juli 2016, yang merupakan hari pertama maaf-maafan di Kraton dan hari kedua maaf-maafan menurut pemerintah, masyarakat diramaikan dengan berita bombastis “Gunungan Wadon Jatuh!” dari surat kabar Jogja yang besar-besar lengkap dengan narasumber.

IMG_0890

Saya kasih screenshot aja ya, karena saya nggak mau nambah traffic ke berita kurang akurat. Monggo di-googling sendiri kalau berminat.

Penasaran dengan hebohnya berita-berita ini, aku pun bertanya pada abdi dalem prajurit yang ikut mengawal gunungan, “Gunungane temumplak po?” dan dijawab dengan “Merosot ketika naik tangga, tapi bukan gunungan wadon”

Lalu ada 3 saksi kuping yang melapor “Gusti, kami dengar sendiri beberapa awak media ngomong ‘Harus jadi Berita ini. Harus aku tulis..’

Makin penasaran dong aku, kok bisa gitu? Dimulailah proses penyelidikanku (caile) menelusuri dimana perbedaan ini bisa terjadi. Soalnya isu ini berkembang di masyarakat luas, kasian kan kalau enggak jelas. Monggo ikuti proses penyelidikan saya dibawah ini 

Mana sih yang katanya ‘temumplak’?

tumplak

Gunungan yang diributkan (dr KR)

  1. Gunungannya tidak ‘temumplak’ karena badannya masih utuh. Mustoko atau bagian atasnya terlepas, dan dipegang oleh abdi dalem disebelah konco abang
  2. Mustoko yang dipegang abdi dalem berwarna-warni
  3. Gunungannya tidak pakai jodang

 

Gunungan Wadon kaya apa ya?

Tahun lalu, Facebook Page Kraton Jogja sempat mengulas jenis-jenis gunungan. Bisa dilihat bahwa Gunungan Wadon, atau Gunungan Estri memakai jodang, mustokonya juga berwarna hitam

Berikut adalah screenshot dari video live streaming melalui Periscope di menit 2:32. Terlihat bahwa Gunungan Estri masuk masjid dengan utuh.

IMG_0495

Terus, yang diributin yang mana dong?

Karena Gunungan tersebut tak memakai jodang dan memiliki mustoko warna-warni, perkiraan jatuh pada Gunungan Darat. Bisa dilihat pada keterangan dibawah ini

Pada video live streaming yang sama, bisa dilihat di menit 4:03 bahwa Gunungan Darat sebagai Gunungan terakhir masuk Masjid tanpa mustokonya. Monggo bandingkan foto close-up Gunungan Darat, screenshot video, dan gambar dari media

IMG_0493

tumplak

Kesimpulannya apa?

Jadi bisa disimpulkan bahwa yang jatuh mustokonya adalah Gunungan Darat dan bukan Gunungan Estri/Wadon/Putri

Jadi untuk para wartawan yang sudah repot menulis: Rona Rizkhy Bunga Chasana & Azka Ramadhan dari Tribun, Danar Widiyanto dari KR, Pra/Dem dari Radar Jogja, Switzy Sabandar dari Liputan6…Silahkan follow account FB Page Kraton Jogja biar lain kali mengerti jenis-jenis gunungan sebelum menulis.

Tepas Tandha Yekti meliput upacara Garebeg melalui Periscope secara live sebagai upaya mendekatkan budaya kepada yang jauh atau kurang paham. Masuknya Gunungan bisa disaksikan di Periscope atau Twitter

2 Comments

  1. Lumrah, namanya juga cari berita, Mbak. Masih bawa paradigma ‘bad news is good news’. Paling buntutnya nanti ralat belakangan. Untungnya yang awam kayak kami ini bisa mendapat klarifikasi langsung dari yang lebih paham mengenai hal ini.

  2. Waduh kalau sampai jatuh itu namanya Songgo Buwono dhawah kanjeng Ratu

    sEBAIKNYA BILAMANA JATUH KITA HARUS MELAKUKAN RITUAL sadranan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s